semalem
saya baru menonton film india, mungkin beberapa orang udah ada yg
nonton, judunyal “Taare Zameen Par”. Tapi tunggu dulu, memang dalam benak kalian pasti membanyangkan ornag menari - nari dengan percintaan. Itu salah besar...
Ini film sangat direkomendasikan
untuk ditonton buat keluarga, para orang tua, buat anak muda calon orang
tua, buat siapapun yang hidupnya berinteraksi dengan anak. Ga rugi ko
hanya menyisihkan waktu kurang lebih 2 jam 40menitan untuk nonton film
ini.
Oke,
kita mulai dari cerita tentang apa film ini. film yang diproduseri oleh
Aamir Khan ini bercerita tentang seorang anak yang disleksia. Apa
disleksia? Singkatnya suatu kondisi yang tidak bisa membaca. Melihat
huruf seperti menari-nari. Jadi orang yang mengalami disleksia pada masa
kecil akan dikatakan bodoh karena mereka tidak bisa membaca. Di film
ini pun demikian, padahal Ishaan, tokoh utama film ini yg berusia 9
tahun, ketika disuruh baca sudah mengatakan dengan sejujurnya bahwa
‘hurufnya menari-nari bu’. Ehh.. si guru malah marah dan menyuruhnya
keluar. Itu baru satu guru, intinya adalah Ishaan ini dikatakan trouble
maker, anak bodoh, si idiot oleh guru2 bahkan oleh ayahnya sendiri.
karena ayahnya udah bingung, anaknya terancam tidak naek kelas lagi,
akhirnya sang ayah pun mengirim Ishaan ke sekolah berasrama.
Di
sekolah yg baru, ishaan mengalami hal yg sama di sekolahnya dulu,
dikatakan bodoh, idiot, pemalas, hingga diketawai sekelas. Jauh dari
keluarga dan dengan kondisi semua guru memandangnya bodoh, Ishaan pun
mulai agak depresi, dia semakin banyak diam, bahkan dia tak lagi
menggambar pdahal itu adalah hobinya.
Lalu
sampai kapan ishaan dicap bodoh? Sampai kapan ada yang sadar bahwa
ishaan bukan tidak mau belajar membaca tapi mengalami disleksia? Lebih
lengkapnya, silakan aja tonton sendiri.. :D
Yang
saya mau sampaikan tidak hanya mengenai resensi film ini, ada beberapa
sedikit cuplikan film menarik mengenai fakta yang kebetulan saya baru
tahu. Bahwa ada kebiasaan unik di Pulau Solomon, Pasifik Selatan.
Apa
yang mereka lakukan untuk menumbangkan pohon yang sulit ditebang?
Mereka mengelilingi pohon itu dan meneriaki pohon tersebut dengan
kata-kata kasar selama beberapa hari (sumber dari kaskus mengatakan
hingga 40 hari). Apa yang terjadi? Yaa.. lama-kelamaan pohon berakar
kuat yang sulit ditebang itu pun rapuh, perlahan dedauan mulai mengering
kemudian dahan-dahannya mulai rontok. Dan Lama-lama pohon itu pun mati.
Lalu
bagaimana dengan manusia atau anak yang diteriaki kata-kata kasar?
Dikatakan idiot, dasar anak bandel, nakal, anak bodoh, anak yg ga mau
diatur, anak ga tau diuntung, anak ceroboh, cengeng, dan berbagai
teriakan2 negatif lainnya yg biasa dikatakan terhadap anak.. sama
seperti dengan kejadian pohon, lama kelamaan anak pun akan rapuh..
mungkin tidak rapuh pada kondisi fisik seperti yg terjadi pada pohon,
tapi rapuh secara mental.
Jadi
seberapa pentingkah pikiran, perasan, dan perkataan positif? Khususnya
pada anak dan umumnya terhadap makhluk hidup? Jawabnya, sangat penting!

Tidak ada komentar:
Posting Komentar