dengan iringan doa dan usaha
keyakinan atas hatiku
tatapan merah membara untuk
sang pembangkang takdir
menata tinggi - tinggi harapan
dari masa lalu ke masa peralihan
sifat dan perilaku sesuai keegoisan
dalam hati atau duniaku sekitarku
secara serentak
organ dan saraf bertambah
dengan dentang waktu usia
penantian kematian untuk jasadku
diam menatap warna - warni dunia
kemegahan interior dalam bumi
tertata megah rapi
suguhkan ketenangan untukku
terakhir kali jantung berdetak
aku menunggu mu saat pertama
pandangan indah itu untukku
senyum manis terkembang
mungkin rasa usia menentang smua
mungkinkah aku melihatmu
memeluk sebentar untuk memegang
sebuah hati terisi rasa itu tulus
namun jika sang pemilik ini
berkata sesuai apa kehendaknya
aku tak akan menunggu
biarkan waktu menunggumu melakukannya
saat ikatan semu berjalan
aku dengan usiaku memendam dalam
sebuah keegoisan untuk menuntutmu
milikku jasadku...
Tidak ada komentar:
Posting Komentar