terlempar jauh dari masamu..
igatkah saat kau mulai
bercakap dengan puisi sayu
rangkaian kata terindah yang aku punya
menitih sang waktu
sambutan sayang bersamamu
melunturkan kalbu
membuka kehidupan indahku
keindahan terus tak terhenti
mengalir layak keabadian
dalam senyum dan haru
untuku dan untukmu
menyebarkan bayang - bayangmu
dalam otakku yang menempuh
sang janji hidup menuntun
bersama redup dan terang bumi
tak terekam bersama angin
keburukan menimpa sang pujaku
melungsung bersama sayang itu
hilang menghilang tak berbekas
maka apakah aku sanggup
kesakitan melanda darah dagingku
remuk tulangku
hancur organ keabadian dalam tubuhku
terbayangkan kemurkaan atasku
kepada hidupku
menghancurkan keindahanku
menutup smua rasa cinta dalam - dalam
Tidak ada komentar:
Posting Komentar