SEPUCUK SURAT UNTUK SAHABAT
Oleh Muhammad Rais
Syakur
Ada apa gerangan
Tiba-tiba sepucuk nisbi ini sedu tak berkesudahan
Memancarkan cahaya nyata penuh kedamaian
Terasa tentram dilantaran kala subuh menjelang
Seindah pelangi digoresan atsmosfer debu awan
Ada apa gerangan..
Nisbi ini ingin bersamanya
Mengukir makna
Menari diguratan senyuman
Bergandeng tangan menggapai masa depan
Hal yang tak mesti ingin kupastikan
Hanya denganmu
sahabat anganku
Jiwa ini ingin menyatu
Raga ini ingin
bersama
Mesti debu masih
terhimpis dilantas sana
Mesti umur tak tahu
ajalnya
Namun hati ini
ingin bersamamu sahabat anganku..
Akankah kan
kupendam jauh artefak ini?
Akankah semua kan
tercurah luka pada perpisahan
Sahabat anganku…
Rintihan nurani ini sungguh telah terpadu
Berharap semua anganku kan bersemayam dimimpimu
Menggurat makna tanpa luka
Menyatu selamanya tanpa ada kata perpisahan
Tercatat indah dalam kitab lazduardhi persahabatan
Kini….
Aku selalu saja meringis tanpa membuat kau menangis
Aku selalu termamat dalam guratanmu
Sahabat anganku
Apakah kau tahu makna dari semua itu?
Aku telah lelah menanti kebersamaan kita..
Namun…
Setelah aku lelah
menantimu
Aku teringat waktu
singkat itu saat kita bersama
Bercanda meski kau
masih kaku
Tertawa
dipelantaran biru jingga
Hingga saja kata
istiqomah masih menyatu pekat dilubuk jiwa
Aku ingin kau membaca surat ini
Dan ku inging kau tahu,,benar-benar ingin..
Kita bersama seperti waktu silam itu
Aku tersenyum kaupun begitu
Aku tak mau kau saat ini cumbu
Mesti kau belum tahu..
Aku selalu menunggu kedatanganmu sahabat anganku…
Nestapaa…..
Kini gerangan telah
menjawab semua
“sahabat sejati
sulit dicari dan sulit untuk dilupakan”
Walaupun aku harus
berkata “ya memang benar”
Tapi diri ini masih
mencoba bertahan mesti melelahkan
Sahabat anganku,,,,,
Aku tahu..sepucuk
surat ini
Tak akan bersama
dalam genggaman tanganmu
Semua penantian ini
tak akan sedu
Saat 4 buah bintang
itu mamancar dilangit biru
Tidak ada komentar:
Posting Komentar