ingatlah saat kau masih kecil. menekuk tubuhmu didalam sebuah rahim, dengan tergantung pada makanan dari seorang perempuan yang dengan kerelaan hatinya makan makanan yang mencukupi kebutuhan tubuhmu tanpa memperdulikan apakah itu mahal, apakah itu enak, atau bahkan apakah itu kesukaannya. asal kamu mau dan menjadi sehat saat kamu keluar menuju dunia yang penuh warna.
beliau tersebut sambil memeras keringat, berupaya mencarikanmu sebuah rencana untuk masa depanmu. dari awal beliau tahu tanggung jawab yang akan dipikulnya. beliau paham apa yang harus dia lakukan
ditengah ocehan kanan kiri seorang mertua dan tetangga yang memang menghujat seorang laki - laki dengan keadaan lemah akibat penyakit yang dideritanya. yang tak bisa dipikir oleh logika bagaimana beliau tegar. apa yang membuatnya seperti ini
bagaimana kerja keras beliau. setelah menghadapi antara hidup dan mati setelah melahirkanmu, beliau tak lantas berhenti. kewajibannya yang baru dimulai. dari memandikanmu, memakaikanmu pakaian, menyusuimu, bahkan sampai menidurkanmu kembali.
saat itulah beliau bekerja berganti profesi dengan seorang laki -laki yang bertugas menjaga kamu
berjalan diterik panas pagi sampai siang. menyodorkan barang dagangan yang memang tak seberapa tapi hasilnya bagi beliau adalah sebanyak tetes keringat yang ia keluarkan. kadang beliau merasa kasihan dengan orang lain yang memang senasib dengannya. adapun yang memang tidak merasa iba dengan meninggalkan hutang yang menumpuk, bahkan tak pernah dibayar. namun dengan rasa ikhlas belajar dari dunia yang sementara ini beliau hanya mengharap semoga Allah tak meninggalkannya.
tak berhenti, saat pulang ke rumah, sudah siap menjadi seorang perempuan yang berpahala di rumah. memasak suami dan merawat kamu dengan baik. saat melihat kamu, beliaupun sudah cukup terhibur dengan tingkahmu yang menggemaskan dan lucu. rasa manjamu membuat beliau tak berhenti menyayangimu dan mencintaimu bahkan sampai akhir hayatnya kelak.
tak beberapa lama. dia ditinggalkan seorang laki - laki tersebut mencari pekerjaan yang layak dan mendapatkan uang yang banyak untukmu dan saudaramu yang lain. betapa keras hatinya untuk membahagiakan beliau dan kamu. kelak dia ingin mengajakmu ke dunia luar yang belum pernah kamu ketahui. sementara beliau tak ingin menghentikannya tapi apalah daya beliau seorang perempuan yang tetap menurut pada dia. Semoga Allah melindungi Dia
Tidak ada komentar:
Posting Komentar