mungkin disaat pertama menerima luka
ku tak tahu siapa yang ada
kamupun belum tahu keadaanku
berkenalan saja tak pernah menyangka
namun sejenak terdiam dalam sepi
ku berjalan menuju kebahagianku
usaha berdiri tanpa tonggak
membenarkan semua lekuk tubuhku
sembari menghapus deting air mata
menggegam kekuatan terakhirku
menatap dunia selanjutnya
berharap semua berubah
namun salahkah ku harus menghapus
dari awal sampai terakhir
dari ujung sampai pucuk waktu
kenangan satu persatu
dan keputusanku menghapus semua itu
menuntunku mengambil celah
menambah rasa bersyukur
walaupun hanya sedikit dan cukup untukku
lamunanku terus berjalan
otakku ingin kau kembali
tak ku pungkiri aku bisa melakukannya
memberikan sebuah kesempatan
tapi kau tak paham maksudku
jadi tak kau hiraukan aku
berlalu saja
meninggalkan punggungmu itu
terus saja aku melawan hati itu
membendung rasaku untukmu
maka terhapuslah semua itu
sedikit demi sedikit tanpa jejak
Tidak ada komentar:
Posting Komentar